In House Training Tim Reaksi Cepat BPBD Kab. Banjar 2017

Dalam rangka upaya meningkatkan penyelenggaraan penanggulangan bencana  di daerah Kabupaten Banjar dan sekitarnya, dengan fokus pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban bencana dirasa perlu mempersiapkan Sumber Daya Manusia / aparatur BPBD yang memiliki pengetahuan, keterampilan khusus, dan kemampuan teknis dalam mengoperasikan seluruh peralatan evakuasi, emergency dalam pencarian, penyelamatan, pengobatan, serta pemulihan pada korban bencana baik yang masih hidup ataupun yang sudah dalam keadaan meninggal dunia, serta melakukan pendataan mengenai apa saja yg terdampak, sehingga dengan memperhatikan dan menimbang beberapa tujuan di atas, sangat diperlukan sekali diadakan suatu pelatihan penambahan ilmu dan wawasan yang berkaitan erat dengan tujuan di atas serta pengaplikasian langsung di lapangan oleh seluruh Sumber Daya Manusia / aparatur BPBD agar terealisasinya berbagai tujuan tersebut di atas yaitu Pelatihan In House Training Tim Reaksi Cepat (TRC).

Pada saat tanggap darurat bencana terdapat berbagai permasalahan antara lain waktu yang sangat singkat, kebutuhan yang mendesak dan berbagai kesulitan koordinasi antara lain yang disebabkan karena banyaknya institusi yang terlibat dalam penanganan darurat bencana, kompetisi dalam pengerahan sumber daya, otonomi yang berlebihan dan ketidakpercayaan kepada instansi pemerintah. Hal ini  perlu dilakukan koordinasi yang lebih intensif dalam rangka memperlancar penyelenggaraan penanganan darurat bencana.  Sehubungan dengan hal tersebut di atas perlu ditugaskan Tim Reaksi Cepat dari berbagai instansi/institusi yang bekerja berdasarkan Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat (TRC).

Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BPBD bertujuan memberikan panduan bagi personil yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat BPBD untuk dapat melaksanakan tugas secara cepat dan tepat sesuai dengan perkembangan kondisi bencana yang terjadi.

TRC BPBD mempunyai tugas pengkajian secara cepat dan tepat di lokasi bencana dalam waktu tertentu dalam rangka mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum dan  pemerintahan serta kemampuan sumber daya alam maupun buatan serta saran yang tepat dalam upaya penanganan bencana.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan personil pelaksana (Sumber Daya Manusia / aparatur BPBD) yang memiliki pengetahuan, keterampilan khusus, dan kemampuan teknis dalam mengoperasikan seluruh peralatan evakuasi, emergency dalam pencarian, penyelamatan, pengobatan, serta pemulihan pada korban bencana baik yang masih hidup ataupun yang sudah dalam keadaan meninggal dunia, serta melakukan pendataan mengenai apa saja yang terdampak. Semua itu terangkum dalam sebuah Tim kaji cepat penanganan bencana, yaitu  Tim Reaksi Cepat (TRC).

Adapun tujuan kegiatan pelatihan ini difokuskan bertujuan untuk memberikan panduan bagi personil yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk dapat melaksanakan tugas secara cepat dan tepat sesuai dengan perkembangan kondisi bencana yang terjadi.

Waktu pelaksanaan Pelatihan In House Training Tim Reaksi Cepat Kabupaten Banjar dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada tanggal 15 Mei 2017 sampai dengan 16 Mei 2017 di Desa Batu Kambing Kecamatan Aranio.

Peserta pelaksanaan Pelatihan In House Training Tim Reaksi Cepat Kabupaten Banjar berjumlah 25 (dua puluh lima) peserta yang terdiri dari aparatur / pegawai BPBD Kab.Banjar.

Metode yang digunakan dalam kegiatan Pelatihan In House Training Tim Reaksi Cepat ini adalah sebagai berikut:
1. Penyampaian Materi dari Narasumber
2. Tanya Jawab
3. Praktek

Hari Pertama (Materi survival dan praktek bivak)

Peserta diberikan pembekalan dengan pengetahuan SURVIVAL. Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu .dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis.

Mengapa Ada Survival ? Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : Keadaan alam (cuaca dan medan), Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan), Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan), Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. Dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak., antara lain : mental ,kurang lebih 80% kesiapan kita dalm survival terletak dari kesiapan mental kita. Sebagai petugas penolong, sebelum menolong orang lain harus siap dengan diri nya sendiri.

  

Hari Kedua (Materi Penyeberangan basah)

Kabupaten Banjar merupakan daerah tropis yang memiliki banyak sungai dan rawa. Di saat musim hujan, debit air biasanya bertambah tinggi bahkan kadang menyebabkan banjir. Selama kurun waktu tersebut pula, terkadang petugas dihadapkan dengan situasi yang tak terduga. Penyeberangan basah diperlukan pada situasi utnuk evakuasi manusia dari daratan yang berbahaya ke daratan yang aman, melalui sungai yang lebar dengan menggunakan tali. Perlu kita kenali beberapa hal yang berhubungan dengan penyeberangan agar persiapan perjalan semakin baik dan yang utama factor SAFETY dari perjalanan kita sendiri.

  
Hasil yang diharapkan dalam  Pelatihan In House Training Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Banjar ini agar  personil (Sumber Daya Manusia / aparatur Badan Penanggulangan Bencana Daerah) BPBD Kabupeten Banjar memiliki pengetahuan, keterampilan khusus, dan kemampuan teknis dalam mengoperasikan seluruh peralatan evakuasi, emergency dalam pencarian, penyelamatan, pengobatan, serta pemulihan pada korban bencana baik yang masih hidup ataupun yang sudah dalam keadaan meninggal dunia, serta melakukan pendataan mengenai apa saja yang terdampak, sehingga dengan memperhatikan dan menimbang beberapa tujuan di atas serta dapat melakukan  Penanganan Bencana secara cepat dan tepat/ melaksanakan kaji Cepat Bencana.