Sosialisasi Pengembangan Destana Desa Lumpangi

Desa/Kelurahan Tangguh Bencana adalah sebuah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana. Kemampuan ini diwujudkan dalam perencanaan pembangunan yang mengandung upaya-upaya pencegahan, kesiapsiagaan, pengurangan risiko bencana dan peningkatan kapasitas untuk pemulihan pasca keadaan darurat. 

Pengembangan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana merupakan salah satu upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat adalah segala bentuk upaya untuk mengurangi ancaman bencana dan kerentanan masyarakat, dan meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan, yang direncanakan dan dilaksanakan oleh masyarakat sebagai pelaku utama. Dalam Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, masyarakat terlibat aktif dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau, mengevaluasi dan mengurangi risiko-risiko bencana yang ada di wilayah mereka.

BNPB telah membentuk 4 Destana di Wilayah Kabupaten Banjar, yaitu : Destana Lumpangi Kec. Pengaron , Destana Lawiran Kec. Simpang Empat pada tahun 2013 dan Destana Tangkas Kec. Martapura Barat, dan Destana Lok Buntar Kec. Sungai Tabuk pada tahun 2016.

Melalui DPA BPBD Kabupaten Banjar Tahun 2017 telah dilokasikan anggaran Sosialisasi Pengembangan Destana sebanyak 2 (dua) kali Kegiatan.

Bertempat di Gudang Logistik BPBD Kab. Banjar yang terletak di Desa Lumpangi Kecamatan Pengaron, Sosialisasi Pengembangan Destana diadakan selama 2 hari dari tanggal 23-24 Mei 2017, dengan metode hari pertama adalah pembekalan materi dan hari kedua adalah Simulasi.


Pembekalan Materi pada hari pertama tanggal 23 Mei 2017 disampaikan oleh para narasumber yaitu dari Kepala Pelaksana BPBD Kab. Banjar yang memberikan arahan terkait paparan mengenai penanggulangan bencana, Camat Pengaron memberikan arahan mengenai karakteristik bencana di wilayah Kec.Pengaron, Sekretaris BPBD Kab. Banjar memberikan arahan simulasi penanggulangan bencana; Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banjar dengan materi Kebijakan Penanggulangan Pra Bencana; Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjar  dengan materi Kebijakan Penanganan Darurat Bencana; Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi dengan materi Kebijakan Pasca Bencana; Kepala Seksi Kesiapsiagaan sebagai Instruktur simulasi; Kepala Seksi Pencegahan sebagai Instruktur simulasi; Kepala Seksi Kedaruratan sebagai Instruktur Tim TRC,Evakuasi dan Posko Darurat, Kepala Seksi Logistik sebagai Instruktur Tim Dapur Umum; Kepala Seksi Rekonstruksi sebagai Instruktur Tim Pendataan; PMI Kab. Banjar sebagai Instruktur Pertolongan Pertama (PP), Pelayanan Kesehatan dan Posko Darurat; Fasilitator Destana BNPB Tahun 2016 dengan materi Destana dan Kerelawanan.


Simulasi Penanganan darurat bencana banjir dilaksanakan pada hari kedua Tanggal 24 Mei 2017 dengan membagi peserta menjadi 3 Tim  :
1.TIM REAKSI CEPAT (Tim Pendataan, Tim Evakuasi, Tim Posko Darurat)
2.Tim DAPUR UMUM LAPANGAN
3.TIM JITU PASNA (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana)
dan selanjutnya masing-masing melaksanankan tugas penanggulangan bencana dengan di dampingi oleh para instruktur sesuai dengan skenario simulasi penanganan bencana banjir yang telah dibuat oleh panitia. 

Diharapkan melalui kegiatan sosialisasi Pengembangan Destana ini masyarakat di Wilayah Kab. Banjar khususnya yang berada di Desa Tangguh Bencana serta aparatur pemerintahan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar lebih siap dalam menghadapi dan mengantisipasi bencana yang mungkin akan terjadi dikemudian hari