Banjarbaru – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Hotel Roditha Banjarbaru, Senin (11/8/2025).
Rakor dibuka secara resmi oleh Bupati Banjar H. Saidi Mansyur dan dihadiri jajaran Forkopimda, instansi vertikal, serta berbagai stakeholder terkait. Dalam sambutannya, Bupati Banjar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari SK Gubernur Kalimantan Selatan terkait upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
“Rakor ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada ekosistem darat, tetapi juga memengaruhi udara, ekonomi, transportasi, bahkan kesehatan masyarakat,” ujar Bupati.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Banjar, hingga saat ini terpantau 165 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 40 hektare. Meskipun masih dalam status siaga, potensi kebakaran diprediksi akan meningkat seiring masuknya musim kemarau.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar resmi menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla terhitung mulai 12 Agustus 2025 hingga 15 Oktober 2025.
Dengan ditetapkannya status siaga darurat ini, diharapkan seluruh elemen terkait dapat meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, serta melakukan langkah-langkah preventif maupun penanganan cepat terhadap potensi Karhutla di Kabupaten Banjar.



