BPBD Kabupaten Banjar Gelar Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana di Desa Gambut Barat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tingkat desa, yang kali ini berlangsung di Desa Gambut Barat, Kecamatan Gambut, pada Selasa (21/04/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, yang sekaligus memberikan arahan terkait pentingnya peran aktif masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana. Turut hadir dalam kegiatan tersebut aparat desa, tokoh masyarakat, relawan, serta warga setempat yang mengikuti sosialisasi dengan antusias.

Dalam sambutannya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar menegaskan bahwa Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tingkat desa merupakan langkah strategis dalam membangun ketahanan masyarakat dari tingkat paling dasar. PRB mencakup berbagai upaya, mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan cepat yang dilaksanakan secara terpadu oleh masyarakat desa.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah mendorong pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa/Kelurahan sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan relawan. Melalui forum ini, diharapkan dapat disusun rencana penanggulangan bencana yang sesuai dengan kondisi, potensi, serta karakteristik wilayah setempat.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai identifikasi risiko bencana di lingkungan masing-masing serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Dengan adanya peningkatan kapasitas masyarakat, diharapkan setiap individu dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BPBD Kabupaten Banjar dalam mewujudkan desa tangguh bencana. Melalui penguatan kapasitas masyarakat dan sinergi antar pemangku kepentingan, diharapkan risiko bencana di Kabupaten Banjar dapat ditekan secara optimal.

BPBD Kabupaten Banjar berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai desa lainnya guna memperkuat sistem penanggulangan bencana yang partisipatif, terencana, dan berkelanjutan.