Cegah Dampak Asap Karhutla, Satgas Karhutla Kabupaten Banjar Bagikan Masker kepada Masyarakat

Martapura – Menyikapi kondisi kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Banjar melakukan pembagian masker kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan terhadap dampak paparan asap, Kamis (20/8/2026).

Pembagian masker merupakan bagian dari upaya Satgas Karhutla Kabupaten Banjar dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya mereka yang beraktivitas di luar rumah dan berada di wilayah yang terdampak asap karhutla.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu kualitas udara serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila masyarakat terpapar dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan asap dan partikel di udara.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas Karhutla membagikan masker kepada masyarakat sekaligus menyampaikan imbauan agar warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara. Masyarakat juga diingatkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Selain pembagian masker, Satgas Karhutla Kabupaten Banjar terus melakukan penanganan dan pemantauan terhadap titik-titik kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian karhutla sekaligus mengurangi potensi meluasnya dampak asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

BPBD Kabupaten Banjar mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran.

Masyarakat dapat melaporkan kejadian kebakaran melalui Layanan Darurat Kabupaten Banjar 112 atau Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar di nomor 0811-5119-944.

Melalui sinergi antara pemerintah, petugas di lapangan, dan masyarakat, penanganan karhutla diharapkan dapat berjalan secara optimal, sementara perlindungan terhadap masyarakat dari dampak kabut asap dapat terus ditingkatkan.