Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana Desa Jati Baru

Rabu, 12 Juli 2017 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan kembali mengadakan kegiatan Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana yang dilaksanakan di Desa Jati Baru Kecamatan Astambul.

Peserta Sosialisasi ini sebanyak 50 orang yang terdiri dari perwakilan aparatur Kecamatan Astambul, Polsek Astambul dan masyarakat Desa Jati Baru Kecamatan Astambul.

Sekretaris Kecamatan Astambul turut hadir dalam acara Sosialisasi ini dan beliau mberikan sambutan dan memaparkan profil kebencanaan yang ada di Kecamatan Astmabul, pada acara ini Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar H. Noor Sunarto, S.Sos juga memberikan arahan terkait paparan mengenai penanggulangan bencana sekaligus membuka acara sosialisasi kegiatan Pengurangan Risiko Bencana di Desa Jati Baru Kecamatan Astambul.

Materi yang diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar pada kegiatan Sosialisasi ini adalah Materi Pengantar Manajemen Bencana yang dipaparkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan H. Akhmad Syarwani, S.Hut, MM, Materi Pengurangan Risiko Bencana oleh Kepala Seksi Kesiapsiagaan Yayan Daryanto, S.Hut dan Materi Pertolongan Pertama (PP) Oleh PMI Kabupaten Banjar yang diwakili oleh M. Isa.

Peserta Kegiatan Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana sangat antusias mengikuti kegiatan sampai dengan akhir, diharapkan dengan adanya kegiatan Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Desa Jati Baru Kecamatan Astambul partisipasi aktif dan kesadaran serta keterampilan aparatur pemerintah, masyarakat khususnya di Wilayah Desa Jati Baru Kecamatan Astambul dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana dapat semakin meningkat.


   

Sosialisasi Pengembangan Destana Desa Lumpangi

Desa/Kelurahan Tangguh Bencana adalah sebuah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana. Kemampuan ini diwujudkan dalam perencanaan pembangunan yang mengandung upaya-upaya pencegahan, kesiapsiagaan, pengurangan risiko bencana dan peningkatan kapasitas untuk pemulihan pasca keadaan darurat. 

Pengembangan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana merupakan salah satu upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat adalah segala bentuk upaya untuk mengurangi ancaman bencana dan kerentanan masyarakat, dan meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan, yang direncanakan dan dilaksanakan oleh masyarakat sebagai pelaku utama. Dalam Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, masyarakat terlibat aktif dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau, mengevaluasi dan mengurangi risiko-risiko bencana yang ada di wilayah mereka.

BNPB telah membentuk 4 Destana di Wilayah Kabupaten Banjar, yaitu : Destana Lumpangi Kec. Pengaron , Destana Lawiran Kec. Simpang Empat pada tahun 2013 dan Destana Tangkas Kec. Martapura Barat, dan Destana Lok Buntar Kec. Sungai Tabuk pada tahun 2016.

Melalui DPA BPBD Kabupaten Banjar Tahun 2017 telah dilokasikan anggaran Sosialisasi Pengembangan Destana sebanyak 2 (dua) kali Kegiatan.

Bertempat di Gudang Logistik BPBD Kab. Banjar yang terletak di Desa Lumpangi Kecamatan Pengaron, Sosialisasi Pengembangan Destana diadakan selama 2 hari dari tanggal 23-24 Mei 2017, dengan metode hari pertama adalah pembekalan materi dan hari kedua adalah Simulasi.


Pembekalan Materi pada hari pertama tanggal 23 Mei 2017 disampaikan oleh para narasumber yaitu dari Kepala Pelaksana BPBD Kab. Banjar yang memberikan arahan terkait paparan mengenai penanggulangan bencana, Camat Pengaron memberikan arahan mengenai karakteristik bencana di wilayah Kec.Pengaron, Sekretaris BPBD Kab. Banjar memberikan arahan simulasi penanggulangan bencana; Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banjar dengan materi Kebijakan Penanggulangan Pra Bencana; Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjar  dengan materi Kebijakan Penanganan Darurat Bencana; Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi dengan materi Kebijakan Pasca Bencana; Kepala Seksi Kesiapsiagaan sebagai Instruktur simulasi; Kepala Seksi Pencegahan sebagai Instruktur simulasi; Kepala Seksi Kedaruratan sebagai Instruktur Tim TRC,Evakuasi dan Posko Darurat, Kepala Seksi Logistik sebagai Instruktur Tim Dapur Umum; Kepala Seksi Rekonstruksi sebagai Instruktur Tim Pendataan; PMI Kab. Banjar sebagai Instruktur Pertolongan Pertama (PP), Pelayanan Kesehatan dan Posko Darurat; Fasilitator Destana BNPB Tahun 2016 dengan materi Destana dan Kerelawanan.


Simulasi Penanganan darurat bencana banjir dilaksanakan pada hari kedua Tanggal 24 Mei 2017 dengan membagi peserta menjadi 3 Tim  :
1.TIM REAKSI CEPAT (Tim Pendataan, Tim Evakuasi, Tim Posko Darurat)
2.Tim DAPUR UMUM LAPANGAN
3.TIM JITU PASNA (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana)
dan selanjutnya masing-masing melaksanankan tugas penanggulangan bencana dengan di dampingi oleh para instruktur sesuai dengan skenario simulasi penanganan bencana banjir yang telah dibuat oleh panitia. 

Diharapkan melalui kegiatan sosialisasi Pengembangan Destana ini masyarakat di Wilayah Kab. Banjar khususnya yang berada di Desa Tangguh Bencana serta aparatur pemerintahan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar lebih siap dalam menghadapi dan mengantisipasi bencana yang mungkin akan terjadi dikemudian hari

Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat di Kecamatan Simpang Empat

Kamis, 18 Mei 2017 diadakan kegiatan Pelatihan Kekuatan Kelembagaan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat bertempat di Aula Kantor Kecamatan Simpang Empat. Pada kegiatan ini peserta berasal dari anggota PBBM Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Pengaron dan Kecamatan Cintapuri Darussalam. Acara dihadiri Camat Simpang Empat, Camat Cintapuri Darussalam, Kapolsek Simpang Empat, Danramil Simpang Empat dan undangan dari para anggota PBBM 3 Kecamatan.

Dalam sambutannya, Camat Simpang Empat mengatakan bahwa Penanggulangan bencana sudah saatnya dimulai dari pra-bencana bukan lagi bersifat responsif, yaitu melakukan 3 tahap penanggulangan bencana, dimulai dari tahap pra bencana melakukan pencegahan, kesiapsiagaan dan mitigasi. tahap kedua adalah tahap tanggap darurat dan yang ketiga adalah tahap pemulihan atau tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Narasumber oleh PMI Kab. Banjar memberikan materi pendataan cepat dan manajemen posko bencana dengan pemberian materi dan praktek.

kegiatan Pelatihan Kekuatan Kelembagaan Penanggulangan Bencana Berbasis Masayarakat di Kecamatan Simpang Empat ini merupakan rangkaian terakhir acara Pelatihan PBBM yang diadakan sebanyak 4 kali pada tahun 2017.

IN HOUSE TRAINING TIM REAKSI CEPAT BPBD KABUPATEN BANJAR

Dalam rangka upaya meningkatkan penyelenggaraan penanggulangan bencana  di daerah Kabupaten Banjar dan sekitarnya, dengan fokus pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban bencana dirasa perlu mempersiapkan Sumber Daya Manusia / aparatur BPBD yang memiliki pengetahuan, keterampilan khusus, dan kemampuan teknis dalam mengoperasikan seluruh peralatan evakuasi, emergency dalam pencarian, penyelamatan, pengobatan, serta pemulihan pada korban bencana baik yang masih hidup ataupun yang sudah dalam keadaan meninggal dunia, serta melakukan pendataan mengenai apa saja yg terdampak, sehingga dengan memperhatikan dan menimbang beberapa tujuan di atas, sangat diperlukan sekali diadakan suatu pelatihan penambahan ilmu dan wawasan yang berkaitan erat dengan tujuan di atas serta pengaplikasian langsung di lapangan oleh seluruh Sumber Daya Manusia / aparatur BPBD agar terealisasinya berbagai tujuan tersebut di atas yaitu Pelatihan In House Training Tim Reaksi Cepat (TRC).

Pada saat tanggap darurat bencana terdapat berbagai permasalahan antara lain waktu yang sangat singkat, kebutuhan yang mendesak dan berbagai kesulitan koordinasi antara lain yang disebabkan karena banyaknya institusi yang terlibat dalam penanganan darurat bencana, kompetisi dalam pengerahan sumber daya, otonomi yang berlebihan dan ketidakpercayaan kepada instansi pemerintah. Hal ini  perlu dilakukan koordinasi yang lebih intensif dalam rangka memperlancar penyelenggaraan penanganan darurat bencana.  Sehubungan dengan hal tersebut di atas perlu ditugaskan Tim Reaksi Cepat dari berbagai instansi/institusi yang bekerja berdasarkan Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat (TRC).

Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BPBD bertujuan memberikan panduan bagi personil yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat BPBD untuk dapat melaksanakan tugas secara cepat dan tepat sesuai dengan perkembangan kondisi bencana yang terjadi.

TRC BPBD mempunyai tugas pengkajian secara cepat dan tepat di lokasi bencana dalam waktu tertentu dalam rangka mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum dan  pemerintahan serta kemampuan sumber daya alam maupun buatan serta saran yang tepat dalam upaya penanganan bencana.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan personil pelaksana (Sumber Daya Manusia / aparatur BPBD) yang memiliki pengetahuan, keterampilan khusus, dan kemampuan teknis dalam mengoperasikan seluruh peralatan evakuasi, emergency dalam pencarian, penyelamatan, pengobatan, serta pemulihan pada korban bencana baik yang masih hidup ataupun yang sudah dalam keadaan meninggal dunia, serta melakukan pendataan mengenai apa saja yang terdampak. Semua itu terangkum dalam sebuah Tim kaji cepat penanganan bencana, yaitu  Tim Reaksi Cepat (TRC).

Adapun tujuan kegiatan pelatihan ini difokuskan bertujuan untuk memberikan panduan bagi personil yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk dapat melaksanakan tugas secara cepat dan tepat sesuai dengan perkembangan kondisi bencana yang terjadi.

Waktu pelaksanaan Pelatihan In House Training Tim Reaksi Cepat Kabupaten Banjar dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada tanggal 15 Mei 2017 sampai dengan 16 Mei 2017 di Desa Batu Kambing Kecamatan Aranio.

Peserta pelaksanaan Pelatihan In House Training Tim Reaksi Cepat Kabupaten Banjar berjumlah 25 (dua puluh lima) peserta yang terdiri dari aparatur / pegawai BPBD Kab.Banjar.

Metode yang digunakan dalam kegiatan Pelatihan In House Training Tim Reaksi Cepat ini adalah sebagai berikut:
1. Penyampaian Materi dari Narasumber
2. Tanya Jawab
3. Praktek

Hari Pertama (Materi survival dan praktek bivak)

Peserta diberikan pembekalan dengan pengetahuan SURVIVAL. Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu .dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis.

Mengapa Ada Survival ? Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : Keadaan alam (cuaca dan medan), Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan), Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan), Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. Dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak., antara lain : mental ,kurang lebih 80% kesiapan kita dalm survival terletak dari kesiapan mental kita. Sebagai petugas penolong, sebelum menolong orang lain harus siap dengan diri nya sendiri.

  

Hari Kedua (Materi Penyeberangan basah)

Kabupaten Banjar merupakan daerah tropis yang memiliki banyak sungai dan rawa. Di saat musim hujan, debit air biasanya bertambah tinggi bahkan kadang menyebabkan banjir. Selama kurun waktu tersebut pula, terkadang petugas dihadapkan dengan situasi yang tak terduga. Penyeberangan basah diperlukan pada situasi utnuk evakuasi manusia dari daratan yang berbahaya ke daratan yang aman, melalui sungai yang lebar dengan menggunakan tali. Perlu kita kenali beberapa hal yang berhubungan dengan penyeberangan agar persiapan perjalan semakin baik dan yang utama factor SAFETY dari perjalanan kita sendiri.

  
Hasil yang diharapkan dalam  Pelatihan In House Training Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Banjar ini agar  personil (Sumber Daya Manusia / aparatur Badan Penanggulangan Bencana Daerah) BPBD Kabupeten Banjar memiliki pengetahuan, keterampilan khusus, dan kemampuan teknis dalam mengoperasikan seluruh peralatan evakuasi, emergency dalam pencarian, penyelamatan, pengobatan, serta pemulihan pada korban bencana baik yang masih hidup ataupun yang sudah dalam keadaan meninggal dunia, serta melakukan pendataan mengenai apa saja yang terdampak, sehingga dengan memperhatikan dan menimbang beberapa tujuan di atas serta dapat melakukan  Penanganan Bencana secara cepat dan tepat/ melaksanakan kaji Cepat Bencana.

Bupati Banjar Kunjungi dan Berikan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kecamatan Aluh-Aluh

 

Musibah Kebakaran yang terjadi di Kecamatan Aluh-Aluh, Jumat (12/05/2017) mengakibatkan puluhan rumah hangus terbakar, dari info yang didapat di pusdalops BPBD Kab.Banjar ada sekitar 27 buah rumah rusak berat.

Bupati Banjar didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kab.Banjar dan Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung turun ke lokasi kebakaran di aluh-aluh dan segera mengirimkan bantuan berupa sembako, bahan sandang, perlengkapan sholat, pakaian sekolah,selimut, makanan siap saji dan Lainnya.

Bupati sendiri meminta warga yang tertimpa musibah ini agar senantiasa bersabar serta tabah menghadapi cobaan. Bupati juga mengajak masyarakat untuk turut serta mendoakan. Selain itu, Guru Khalil memerintahkan SOPD terkait segera memberikan bantuan kepada seluruh korban kebakaran guna mengurangi beban kesulitan mereka alami.

Mewakili Warganya, Camat Aluh-aluh Saaludin mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Banjar serta masyarakat yang telah menyalurkan bantuan. Dia meyakini ini dapat mempererat hubungan silaturrahmi. (sumber : pusdalops kab.banjar & kalimantanpost)

 

SOSIALISASI PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI DESA INDRASARI KECAMATAN MARTAPURA

Kamis 27 April 2017 Bertempat di Desa Indrasari Kecamatan Martapura dilaksanakan kegiatan Sosialisasi  Pengurangan Risiko Bencana yang kedua dari 5 rencana kegiatan di tahun 2017.

Acara ini dihadiri oleh 50 undangan yang terdiri dari aparatur Pemerintahan (PMK Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar), TNI, POLRI dan Organisasi Relawan Kebencanaan (BAlakar dan Tagana). Acara Kegiatan Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana ini dihadiri oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar yang memberikan arahan terkait paparan mengenai penanggulangan bencana sekaligus membuka acara Sosialisasi Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana di Desa Indrasari Kecamatan Martapura, Kepla Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar yang memberikan materi tentang Pengantar Manajeman Bencana, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar dengan materi Penanganan Darurat Bencana, Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar dengan materi Pengurangan Risiko Bencana dan PMI Kabupaten Banjar yang memeberikan Pelatihan Penolongan Pertama (PP).

Sosialisasi Pelatihan In House Training Pengoperasian GPS

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka berkembang pula alat-alat canggih yang dapat membantu kita dalam mengerti perkembangan tersebut. Sebagai penduduk suatu negara, kita harus dapat mengikuti perkembangan yang terjadi di negara kita maupun di negara lain. Sehingga kita tidak akan ketinggalan oleh negara lain.  Salah satu alat yang dapat kita sebut canggih adalah GPS, yaitu Global dan apa manfaat GPS bagi kehidupan kita.(http://rahmat5.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-gps-beserta-tujuan-dan-fungsi.html).

Sebuah GPS bekerja seperti ponsel, namun jika ponsel menerima sinyal radio dari perusahaan telepon, GPS menerima sinyal dari satelit yang mengelilingi bumi. Dengan menerima sinyal tersebut dari satelit, sebuah GPS dapat memperhitungkan dengan tepat posisi Anda di permukaan bumi. GPS merekam lokasi ini dalam bentuk koordinat, dimana terdapat dua buah nomor yang panjang. Satu nomor menunjukan sejauh mana posisi Anda dari Timur atau Barat - biasa disebut garis bujur. Nomor yang kedua menunjukan sejauh mana posisi Anda dari Utara atau Selatan - biasa disebut garis lintang. Setiap tempat di bumi memliki koordinat geografis yang unik (docs.inasafe.org/id/training/old-training/.../104-using-gps.html).

GPS sebagai suatu sistem terdiri dari tiga segmen utama, yakni space segmen, control segmen, dan user segmen. Space segmen merupakan subsistem yang berada di angkasa, terdiri dari 24 satelit (21 aktif dan 3 cadangan) yang mengorbit pada ketinggian 20.200 km dari permukaan bumi. Dua puluh empat satelit tersebut mengorbit dalam enam bidang orbit, masing-masing bidang orbit memuat empat satelit. Dengan kontelasi satelit seperti tersebut, sembaran tempat di muka bumi akan dapat mengamati sekurang-kurangnya empat satelit pada setiap saat. Control segmen merupakan otak dari GPS. Sistem satelit GPS dikendalikan dari Falcon Air Base di Colorado Spring, ColoradoUSA. Segmen ini juga dilengkapi dengan empat stasiun monitoring dan empat stasiun distribusi. Masing-masing satelit akan melewati satsiun monitoring dua kali sehari. User atau pengguna adalah semua pengguna yang memanfaatkan sinyal satelit GPS untuk navigasi dan penentuan posisi dengan menggunakan receiver GPS dan perangkat lunaknya.(http://viqarchu.blogspot.co.id/2012/04/dasar-dasar-global-positioning-system.html).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik mengadakan Kegiatan Pelatihan In House Training Pengoperasian GPS, kegiatan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia / Aparatur BPBD Kab. Banjar memiliki kemampuan dan keterampilan khusus  dalam menggunakan GPS dengan baik.

Adapun tujuan kegiatan Sosialisasi Pelatihan In House Training Pengoperasian GPS ini difokuskan untuk beberapa aspek spesifik yaitu :
1. Untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia/apartaur BPBD    Kab. Banjar Khususnya dalam pengoperasian GPS
2. Peserta mampu mengoperasikan alat survey GPS
3. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi GPS
4. Memahami track dan waypoint
5. Copy data GPS (tracks dan waypoints)ke dalam komputer
6. Peserta mampu melakukan pengolahan data survey.

  

Waktu pelaksanaan Sosialisasi Pelatihan In House Training Pengoperasian GPS Kabupaten Banjar dilaksanakan selama 1 (satu) hari pada tanggal 12 April 2017 di ruangan PUSDALOPS BPBD Kab.Banjar (pemberian materi) dan Praktek Lapangan (gunung tahura mandiangin).

Peserta pelaksanaan Sosialisasi Pelatihan In House Training Pengoperasian GPS Kabupaten Banjar berjumlah 25(dua puluh lima) peserta yang terdiri dari pegawai BPBD Kab.Banjar.