4,1 Juta Liter Air Bersih Telah Disalurkan untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan di Kabupaten Banjar

Martapura – Menghadapi dampak musim kemarau yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kesulitan memperoleh air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar terus mengintensifkan upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Banjar hingga 25 Oktober 2026, kondisi kekeringan telah berdampak pada 84 desa yang tersebar di 17 kecamatan. Sebagai bentuk penanganan terhadap kondisi tersebut, BPBD bersama DPRKPLH, SKPD di Kabupaten banjar, Relawan, BUSER 690, PMI, TNI, POLRI, dan stakeholder terkait lainnya telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak kurang lebih 4.109.700 liter melalui 96 titik pengantaran.

Penyaluran bantuan air bersih ini merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan ketersediaan air akibat berkurangnya sumber air selama musim kemarau.

Kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk keperluan rumah tangga. Keterbatasan akses terhadap sumber air bersih menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga diperlukan langkah penanganan yang berkelanjutan dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Melalui kegiatan distribusi air bersih, BPBD Kabupaten Banjar berupaya membantu masyarakat terdampak agar tetap memperoleh pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengiriman dilakukan menggunakan armada tangki air menuju titik-titik pengantaran yang telah ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah terdampak.

Hingga 25 Oktober 2026, total distribusi air bersih yang telah dilaksanakan mencapai sekitar 4,1 juta liter. Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran melalui 96 titik pengantaran yang tersebar di wilayah terdampak kekeringan. Capaian ini menggambarkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap dukungan ketersediaan air bersih selama periode musim kemarau.

Dalam pelaksanaannya, pemantauan dan pendataan kondisi kekeringan terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Banjar melalui Pusdalops-PB. Informasi dari wilayah terdampak menjadi salah satu dasar dalam mengetahui perkembangan kondisi di lapangan, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta mendukung koordinasi pelaksanaan distribusi bantuan air bersih.

Penanganan krisis air bersih tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga memerlukan koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak agar pemenuhan kebutuhan masyarakat dapat berjalan secara optimal. Oleh karena itu, dukungan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta unsur terkait lainnya sangat diperlukan, terutama dalam penyampaian informasi mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

BPBD Kabupaten Banjar juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau, mengutamakan pemanfaatan air untuk kebutuhan pokok, serta menjaga kebersihan tempat penampungan air agar kualitas air tetap terpelihara. Masyarakat diharapkan dapat segera menyampaikan informasi kepada pemerintah desa atau pihak terkait apabila mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Upaya distribusi air bersih ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Dengan pemantauan secara berkelanjutan, koordinasi lintas sektor, dan dukungan berbagai pihak, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat terus terpenuhi selama berlangsungnya musim kemarau.

BPBD Kabupaten Banjar akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi kekeringan dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak sebagai bagian dari upaya penanggulangan bencana dan pengurangan risiko dampak kekeringan di Kabupaten Banjar.