Perkuat Penanganan Pascabencana, BPBD Kabupaten Banjar Gelar Pelatihan JITUPASNA dan R3P

Martapura – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menyelenggarakan pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) dan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) pada 22–23 Oktober 2026, bertempat di Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kapasitas aparatur dalam penanganan pascabencana, khususnya dalam melakukan pengkajian dampak dan kebutuhan pascabencana serta menyusun rencana pemulihan secara terarah, terukur, dan terkoordinasi.

Dalam pelatihan tersebut, narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abriveno Yohanes Lefran Pitoy, S.Sos., M.I.L., menyampaikan materi mengenai perhitungan kerusakan dan kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemaparan materi dilaksanakan melalui Zoom Meeting sebagai bagian dari rangkaian pelatihan JITUPASNA dan R3P.

Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengkajian kerusakan dan kerugian akibat bencana sebagai dasar untuk mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan serta memperkirakan kebutuhan pemulihan pada wilayah terdampak. Data dan hasil pengkajian yang akurat menjadi salah satu komponen penting dalam penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

JITUPASNA merupakan proses pengkajian untuk mengidentifikasi dampak bencana, meliputi kerusakan, kerugian, serta kebutuhan pemulihan pada sektor-sektor terdampak. Hasil pengkajian tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas penanganan dan merumuskan langkah pemulihan sesuai kondisi serta kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, R3P merupakan dokumen perencanaan yang memuat strategi dan kebutuhan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana. Penyusunannya bertujuan agar proses pemulihan dapat dilaksanakan secara sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan, dengan memperhatikan prinsip membangun kembali secara lebih baik.

Melalui pelatihan ini, BPBD Kabupaten Banjar diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam melakukan pengkajian dampak bencana dan menyusun perencanaan pemulihan yang berbasis data. Hal ini penting untuk mendukung pengambilan kebijakan, penentuan prioritas program, serta koordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait dalam penanganan pascabencana.

Dengan penguatan kapasitas melalui pelatihan JITUPASNA dan R3P, BPBD Kabupaten Banjar terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan penanggulangan bencana, termasuk dalam mendukung proses pemulihan wilayah dan kehidupan masyarakat setelah terjadinya bencana.